Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Senin, 29 September 2008

Cara Ngabuburit Paling Asyik

Ramadhan Insya Allah tinggal menyisakan 1 hari lagi. Ya kita akan meninggalkan bulan penuh berkah ini dan akan menuju ke bulan kemenangan ( mudah-mudahan kita benar-benar menjadi pemenang sejati..).

Ada satu hal yang tidak akan pernah terlupa di bulan Ramadhan, satu hal yang pastinya dilakukan semua orang (yang lagi puasa tentunya..) yaitu menunggu waktu berbuka a.k.a ngabuburit. Banyak cara dilakukan untuk ngabuburit, dan tiap orang punya cara tersendiri untuk ngabuburit, ada yang tiduran dari terbit matahari sampai tenggalamnya matahari, ada yang ngegame, ada yang mengaji, dll (pokoknya banyak dechh..)


Tapi ada satu cara yang buat aku adalah cara paling asyik buat ngabuburit, yup apalagi kalau bukan Ngenet. Ngenet bisa membuat orang (aku juga) lupa waktu , so waktu seakan berjalan lebih cepat, tahu-tahu udah maghrib. Apalagi kalau ngenetnya gratisan, hehe.., mumpung di kantor tersedia akses internet bebas 24 jam dengan akses speedy unlimited (lumayan kecepatannya max. 1mbps - meskipun sering down). So liburan hari ini, setelah menyelesaikan urusan-urusan di rumah, aku langsung ke lab komputer yang ada di kantor (kebetulan temenku yang bawa kuncinya, khakhakha). Akhirnya jadilah acara ngenet sepuasnya, sampai tak terasa sudah hampir 5 jam di depan laptop.


Cuma...., memang ngenet di bulan puasa agak beresiko, soalnya.. tahu sendiri kan di internet informasi bercampur aduk jadi satu, yang parah kalau lagi browsing tiba-tiba kesasar(atau sengaja kesasar) ke tempat-temapat yang dilarang , wah bisa-bisa batal tuh puasanya. Bukannya jadi berkah puasanya tapi malah tak bermanfaat...(dapet lapar dan haus doang)


BACA LANJUTAN - Cara Ngabuburit Paling Asyik →

Jumat, 26 September 2008

Pertanyaan Paling Menyebalkan

Idul Fitri akan menjadi momen paling menyenangkan dan menggembirakan, karena kita meraih kemenangan setelah 1 bulan menempuh ujian menahan lapar, dahaga, dan nafsu. Kita juga akan berkumpul, bersilaturahmi antar keluarga dan saling bermaafan. Tetapi ada satu hal yang tidak aku sukai dan tidak ingin aku dengar, saat silaturahmi dengan keluarga besar, yaitu "Pertanyaan Paling Menyebalkan"

Bagaimana tidak hampir tiap tahun pertanyaan ini selalu dilontarkan para kerabatku saat silaturahmi, yang membuat sebal, pertanyaannya simpel tapi sulit buat dijawab.


Tanda-tanda bahwa tahun ini pertanyaan tersebut bakal terlontar lagi, telah terdeteksi kemarin (25 September 2008). Kebetulan kemarin, seperti bulan Ramadhan-ramadhan sebelumnya, di keluargaku terdapat tradisi yang nama Maduranya "Ater-ater", tradisi ini mengharuskan antar sanak keluarga saling mengirim penganan (biasanya berupa kue, dan dilengkapi dengan berbagai makanan berat seperti nasi dan lauk pauk). Biasanya yang bertugas mengantar adalah anak dari keluarga yang punya hajatan. Karena di keluargaku, aku anak yang paling tua, ya akulah biasanya yang bertugas mengantarkan "ater-ater" itu, khususnya untuk jarak yang agak jauh, hehe


Nah, kemarin setelah pulang dari tempat kerja, aku langsung ditodong sama ortu buat mengantarkan "ater-ater" yang belum diantarkan ke tempat tujuan. Langsung aja aku ganti baju, sholat, dan siap-siap buat bertugas ke tempat tujuan, tapi "Wah, gawat nichh,.." pikirku, soalnya tempat tujuan yang bakal aku datangi, orangnya suka nanyain macem-macem. Tapi gak papalah, demi membantu orang tua.


Dan bener saja saat sampai di tempat yang dituju (tempat yang dituju ini adalah tempat di mana saudara-saudara nenekku beserta keluarganya tinggal), langsung aja aku dapat pertanyaan yang paling gak aku sukai. Yacchh dengan logat madura yang kental mereka bilang "Beeeuuu, dimmah bekalah mak tak esambih, mulai sabben ruwah kedibiken meloloh" artinya "Bah, mana pasangannya koq gak dibawa??, dari dulu itu kalo kesini sendirian teruss..", yacchhh, sial.. aku sih hanya bisa menjawab dengan ekspresi cengengesan. Pertanyaan macam inilah yang bikin awak sebal.., hehe


Waaaahhh saat Idul Fitri nanti pasti pertanyaan-pertanyaan mereka bakal tambah seru nich, tapi tenang aku sudah siapin mental dan jawaban andalan buat pertanyaan-pertanyaan mereka nanti. Tapi satu yang kuharap mudah-mudahan bulan Ramadhan tahun depan aku dah punya pasangan, biar pertanyaan-pertanyaan itu tidak lagi terdengar di telingaku, dan juga biar pertanyaan itu tidak mencatat rekor MURI, sebagai pertanyaan yang paling sering ditanyakan di Hari Raya, hehehe, Amiiinnnnnn (buat temen-temen doain ya ....- coz nyari pasangan yang sreeggg, ternyata cukup susah juga)


BACA LANJUTAN - Pertanyaan Paling Menyebalkan →

Selasa, 09 September 2008

Bukan Kotaku

Ya, kota ini memang bukan kotaku. Aku tidak dilahirkan di sini, aku pun tidak pernah tinggal disini. Jangankan tinggal, mengunjungi kota ini lalu bermalam satu atau dua hari saja tidak pernah. Aku juga tidak pernah merasa punya saudara yang tinggal di kota ini. Yang pernah kulakukan hanya melewati kota ini.Hanya satu yang aku tahu, bahwa kota ini pernah menjadi kota santri (entah sekarang.....).


Tapi entah kenapa, saat aku melewati kota ini, selalu saja sesuatu hal lain yang aku rasakan. Seperti halnya kemarin saat aku berangkat untuk mengikuti pelatihan CMT (Calon Master Trainer - entah apa tuh maksudnya), saat bus yang aku tumpangi memasuki gerbang kota ini, mataku tak hentinya berkeliaran memandang ke luar jendela, dan kaca depan bus (kebetulan aku lagi duduk di depan waktu itu), seperti sedang mencari sesuatu yang tak boleh terlewatkan.


Saat asyik memandang keluar, tiba tiba bus berhenti di perempatan jalan, bersamaan dengan itu, mataku yang tadi berkeliaran ke sana ke mari pun mendadak juga berhenti ke suatu sosok yang tepat berada tidak jauh dari tempat busku berhenti. Agak lama aku memandangi sosok itu, dari memicingkan mata sampai melototpun aku lakukan (mirip lensa kamera yang diatur fokusnya, supaya objek yang ditangkap terlihat jelas kali.., hehehe). Yachhh, ternyata aku tertipu, bukan sosok itu yang aku cari, lagi-lagi sial (seperti sebelum-sebelumnya saat aku juga melewati kota ini).


Tapi apa sicchh sebenarnya yang aku cari di kota ini ??, Auk akh gelap... hehee


atau ada yang tahu gak ya ???


BACA LANJUTAN - Bukan Kotaku →

Senin, 08 September 2008

Pelatihan CMT

Kemarin (6-7 September) aku mengikuti pelatihan CMT (Calon Master Trainer) mewakili SMAN 1 Jember. Tempatnya di Lab Pelatihan Depdiknas Jawa Timur


Pertama sih gak tahu buat apa tuh pelatihan, aku sangka hanya pelatihan-pelatihan biasa seperti sudah-sudah aku alami saat masih di tempat kerjaku yang lama. Pada saat tiba di tempat pun aku masih mengira seperti itu, paling-paling hanya latihan membuat presentasi atau ngeblog (keyakinanku tambah kuat saat aku baca sekilas modul yang diberikan). Tapi ya sudahlah emang gua pikirin, langsung aja aku letakkan modul yang sempat kubaca tadi trus bergegas mandi kemudian istirahat (soalnya waktu pembukaan masih 1,5 jam lagi - jadi masih ada waktu untuk istirahat).


Awalnya sih aku memang mengganggap remeh kegiatan ini, soalnya dari tempat dan pelatihan yang disajikan pun, gak jauh beda dengan pelatihan-pelatihan yang pernah aku alami (ya hanya sekedar buat presentasi, buat RPP pengajaran dan lain-lain). Tapi ada hal lain yang aku dapat dari pelatihan ini (yang mungkin tidak pernah aku dapat dari pelatihan-pelatihan sebelumnya), yaitu pengalaman dan sharing dari teman-teman sekolah lain maupun dari para senior tentang bagaimana memaksimalkan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk pengajaran di Sekolah. Bahkan ada beberapa tip dan trik khusus dari para senior untuk lebih memaksimalkan TIK ini.


Setelah dua hari mengikuti pelatihan, baru deh sadar kalau ternyata selama ini di sekolah tempatku bekerja, pemanfaatan TIK untuk pengajaran masih banyak kekurangannya dan perlu diperbaiki. Meskipun kalau dibandingkan dengan sekolah lain di Jember, sekolahku masih lebih baik.


Ya mudah-mudahan setelah mengikuti pelatihan ini, kontribusiku terhadap peningkatan penggunaan TIK di tempatku bekerja bakal lebih meningkat, Amiiinnn


BACA LANJUTAN - Pelatihan CMT →